Memilih game di toko digital zaman sekarang bisa bikin bingung. Ada ratusan judul dengan label genre yang kadang tumpang tindih. RPG, action, strategi, simulasi, survival, roguelike, metroidvania, battle royale — istilah-istilah ini sering muncul tapi tidak semua pemain paham artinya. Artikel ini mencoba memberikan gambaran jelas tentang genre-genre utama dalam game digital.
Mengapa Genre Penting?
Genre membantu pemain menemukan game yang sesuai preferensi mereka. Kalau seseorang suka game dengan cerita mendalam, dia mungkin lebih cocok dengan RPG daripada game racing. Genre juga membantu developer dan penerbit dalam pemasaran, karena pemain biasanya sudah punya ekspektasi tertentu ketika mendengar nama genre.
Menurut klasifikasi yang dirangkum oleh Wikipedia, genre game umumnya dikelompokkan berdasarkan gameplay interaction, bukan berdasarkan setting visual atau cerita.
Genre Utama
Role-Playing Game (RPG)
RPG menempatkan pemain dalam peran karakter yang berkembang seiring permainan. Ciri khasnya meliputi sistem level, statistik karakter yang bisa ditingkatkan, dialog bercabang, dan alur cerita yang dalam. Contoh klasik: Final Fantasy, The Elder Scrolls, dan Baldur's Gate 3.
Sub-genre RPG juga sangat beragam. Ada JRPG (Japanese RPG) yang biasanya turn-based dengan cerita linear, WRPG (Western RPG) yang cenderung open-world dengan pilihan naratif, dan Action-RPG yang menggabungkan elemen RPG dengan pertarungan real-time.
First-Person Shooter (FPS)
Game tembak-menembak dari sudut pandang orang pertama. Pemain melihat dunia melalui mata karakter yang dimainkan. FPS sangat mengandalkan refleks, akurasi bidikan, dan penguasaan peta. Seri Counter-Strike, Valorant, dan Call of Duty termasuk yang paling dikenal di genre ini.
FPS kompetitif biasanya punya economy system di mana pemain membeli senjata di awal ronde. Ini menambah lapisan strategi di atas kemampuan mekanik semata.
Multiplayer Online Battle Arena (MOBA)
Genre yang dipopulerkan oleh Defense of the Ancients (DotA) dan kemudian didominasi oleh League of Legends serta Dota 2. Dua tim beranggotakan lima pemain bertarung di peta simetris dengan tujuan menghancurkan markas lawan. Setiap pemain mengontrol satu hero dengan kemampuan unik.
MOBA dikenal punya learning curve yang curam. Pemain perlu menghafal kemampuan puluhan hero, memahami timing item, dan menguasai koordinasi tim. Di Asia Tenggara termasuk Indonesia, Mobile Legends: Bang Bang membawa genre ini ke platform mobile dengan sangat sukses.
Strategi
Game strategi menekankan perencanaan dan pengambilan keputusan. Dibagi menjadi real-time strategy (RTS) seperti StarCraft dan Age of Empires, serta turn-based strategy (TBS) seperti Civilization dan XCOM. RTS menuntut kecepatan berpikir dan multitasking, sementara TBS lebih menekankan analisis mendalam.
Battle Royale
Genre yang meledak popularitasnya sejak 2017 berkat PUBG dan kemudian Fortnite. Sejumlah besar pemain (biasanya 100) dijatuhkan ke peta besar, mencari senjata dan perlengkapan, lalu bertarung hingga tersisa satu pemain atau satu tim. Zona bermain terus menyusut, memaksa pertemuan antar pemain.
Menariknya, konsep battle royale sebenarnya terinspirasi dari film Jepang tahun 2000 berjudul sama. Adaptasinya ke dunia game ternyata menciptakan salah satu genre paling populer dalam dekade terakhir.
Genre yang Kurang Dikenal tapi Menarik
Metroidvania
Diambil dari nama Metroid dan Castlevania, genre ini punya peta dunia yang saling terhubung. Pemain membuka area baru seiring mendapatkan kemampuan baru. Hollow Knight dan Ori and the Blind Forest adalah contoh modern yang bagus.
Roguelike dan Roguelite
Game dengan level yang dibuat secara prosedural dan mekanisme permadeath. Setiap kali pemain mati, mereka mulai dari awal tapi dengan pengetahuan baru tentang pola level. Hades, Dead Cells, dan The Binding of Isaac termasuk genre ini. Roguelite sedikit lebih lunak karena menyediakan progresi meta yang bertahan antar run.
Simulasi
Mencakup game yang mensimulasikan aktivitas dunia nyata, dari mengemudikan pesawat (Microsoft Flight Simulator), membangun kota (Cities: Skylines), sampai mengelola pertanian (Stardew Valley). Genre ini menarik karena memberikan pengalaman yang tidak mungkin dilakukan di kehidupan nyata.
| Genre | Ciri Utama | Contoh |
|---|---|---|
| RPG | Progresi karakter, cerita | Baldur's Gate 3 |
| FPS | Sudut pandang pertama, tembak | Valorant |
| MOBA | 5v5, hero, strategi tim | Mobile Legends |
| Battle Royale | 100 pemain, zona menyusut | PUBG Mobile |
| Metroidvania | Peta terhubung, ability-gated | Hollow Knight |
| Simulasi | Simulasi aktivitas nyata | Stardew Valley |
Genre yang Terus Berevolusi
Perlu dicatat bahwa genre bukan kategori yang kaku. Banyak game modern yang sulit dimasukkan ke satu genre saja. Elden Ring misalnya: punya elemen RPG, action, open-world, dan sedikit horror. Genshin Impact menggabungkan RPG, action, dan gacha dalam satu paket.
Tren terbaru juga menunjukkan munculnya genre hibrida baru. Extraction shooter seperti Escape from Tarkov menggabungkan FPS dengan elemen survival dan roguelike. Auto battler seperti Teamfight Tactics muncul sebagai sub-genre strategi yang unik.
Kesimpulan
Memahami genre membantu kita memilih game dengan lebih tepat dan mengapresiasi desain di balik setiap game. Kalau ingin tahu lebih banyak tentang istilah-istilah teknis yang berkaitan dengan genre, kunjungi halaman glosarium kami. Untuk pembahasan tentang bagaimana industri game berkembang dan menciptakan genre-genre baru, baca artikel Evolusi Industri Game.
Tentang Penulis
Artikel ini ditulis oleh Tim Editorial SSOne. Kami adalah tim konten edukatif yang berbasis di Jakarta, Indonesia. Fokus utama kami adalah membuat informasi tentang dunia game lebih mudah diakses oleh pembaca umum.
Referensi
- Wikipedia — Video Game Genres
- Britannica — Electronic Game
- Apperley, T. (2006). Genre and Game Studies. Simulation & Gaming.