Industri game sudah melewati perjalanan panjang sejak pertama kali muncul. Dari mesin arcade berukuran besar yang ditaruh di mal-mal, sampai game yang bisa dimainkan di genggaman tangan lewat smartphone. Setiap era membawa perubahan besar, baik dari sisi teknologi, model bisnis, maupun budaya. Artikel ini mencoba merangkum perjalanan tersebut.

Artikel ini bersifat edukatif dan menyajikan gambaran umum sejarah industri game. Beberapa detail mungkin disederhanakan untuk keperluan penjelasan.

Era Arcade: 1970-an Sampai Awal 1980-an

Segalanya dimulai dari mesin besar yang dipasang di tempat umum. Pong (1972) dari Atari sering dianggap sebagai game arcade pertama yang sukses secara komersial. Setelah itu, Space Invaders (1978) dan Pac-Man (1980) menyusul dan menciptakan fenomena budaya pop global.

Menurut catatan Wikipedia, periode 1978-1982 dikenal sebagai golden age of arcade video games. Pendapatan industri arcade di Amerika Serikat saja mencapai miliaran dolar per tahun, melebihi industri film dan musik pada masa itu.

Crash 1983 dan Kebangkitan Nintendo

Tahun 1983 menjadi titik balik. Pasar game di Amerika mengalami kehancuran karena oversupply game berkualitas rendah. Atari, yang sebelumnya mendominasi, kehilangan hampir semua pangsa pasarnya. Banyak analis saat itu mengira industri game sudah mati.

Nintendo menyelamatkan situasi dengan merilis Nintendo Entertainment System (NES) di Amerika pada 1985. Strategi mereka berbeda: kontrol kualitas ketat terhadap game pihak ketiga, pemasaran yang cermat, dan game eksklusif berkualitas seperti Super Mario Bros. Hasilnya, industri game bangkit dan Nintendo mendominasi pasar selama hampir satu dekade.

Perang Konsol: 1990-an

Dekade 1990-an ditandai persaingan sengit. Sega melawan Nintendo dengan strategi agresif lewat Genesis/Mega Drive. Sony masuk ke pasar pada 1994 dengan PlayStation dan mengubah landscape industri secara permanen. PlayStation membawa game ke audiens yang lebih dewasa dengan judul seperti Final Fantasy VII dan Metal Gear Solid.

Era PC Gaming dan Online

Sementara konsol mendominasi ruang tamu, PC gaming punya ekosistem sendiri. Game seperti Doom (1993), Warcraft (1994), dan Quake (1996) mendemonstrasikan potensi PC sebagai platform gaming yang serius.

Koneksi internet yang semakin cepat di akhir 1990-an membuka era baru. Game multiplayer online mulai muncul. Ultima Online (1997) dan EverQuest (1999) mempopulerkan genre MMORPG. World of Warcraft (2004) kemudian membawa genre ini ke mainstream dengan lebih dari 12 juta subscriber di puncaknya.

Revolusi Mobile: 2008 Sampai Sekarang

Peluncuran App Store Apple pada 2008 dan Google Play mengubah segalanya. Tiba-tiba, semua orang dengan smartphone bisa bermain game. Angry Birds, Candy Crush Saga, dan Clash of Clans membuktikan bahwa game mobile bisa menghasilkan pendapatan masif.

Data dari berbagai sumber industri menunjukkan bahwa game mobile sekarang menyumbang lebih dari separuh total pendapatan industri game global. Di Asia Tenggara, termasuk Indonesia, game mobile bahkan lebih dominan karena penetrasi smartphone yang tinggi dibandingkan konsol atau PC gaming.

Era Platform Utama Model Bisnis
1970-1983 Arcade Koin per main
1985-2000 Konsol rumah Beli kaset/CD
2000-2010 PC + Konsol Retail + langganan
2010-sekarang Mobile dominan F2P + microtransaction

Model Bisnis yang Berubah

Salah satu perubahan paling signifikan adalah pergeseran model bisnis. Dulu, pemain membeli game sekali dan selesai. Sekarang, banyak game yang gratis di awal tapi menawarkan pembelian dalam game.

Model free-to-play ini kontroversial. Di satu sisi, game jadi lebih accessible karena siapa saja bisa mencoba tanpa biaya. Di sisi lain, beberapa implementasinya dianggap eksploitatif, terutama yang menggunakan mekanisme loot box. Belgia dan Belanda bahkan sudah melarang beberapa jenis loot box karena dianggap mirip perjudian.

Esports dan Streaming

Dua dekade terakhir juga menyaksikan bangkitnya esports dan game streaming. Turnamen Dota 2 menawarkan hadiah total puluhan juta dolar. Platform seperti Twitch dan YouTube Gaming mengubah cara orang mengonsumsi konten game, dengan streamer menjadi figur publik baru di kalangan anak muda.

Di Indonesia sendiri, esports sudah mendapat pengakuan yang cukup besar. Beberapa tim esports Indonesia bahkan telah berkompetisi di turnamen internasional dan pemerintah telah mengakui esports sebagai cabang olahraga.

Industri Game di Indonesia

Indonesia adalah pasar game yang besar. Dengan populasi lebih dari 270 juta orang dan penetrasi internet yang terus meningkat, pasar game Indonesia terus tumbuh. Game mobile mendominasi, dengan Mobile Legends: Bang Bang dan PUBG Mobile sebagai judul-judul paling populer.

Selain sebagai pasar, Indonesia juga mulai mengembangkan studio game lokal. Beberapa studio indie Indonesia sudah merilis game yang mendapat perhatian internasional, meskipun skalanya masih jauh lebih kecil dibandingkan studio di negara-negara seperti Jepang, Amerika, atau Korea Selatan.

Kesimpulan

Dari mesin arcade senilai koin sampai game mobile senilai miliaran dolar, industri game telah mengalami transformasi luar biasa. Memahami sejarah ini membantu kita melihat mengapa industri game terlihat seperti sekarang, dan mungkin memberikan petunjuk tentang ke mana arahnya di masa depan. Untuk pembahasan lebih lanjut tentang jenis-jenis game yang lahir dari evolusi ini, baca Panduan Genre kami.

Tentang Penulis

Artikel ini disusun oleh Tim Editorial SSOne berdasarkan riset dari berbagai sumber publik. Kami berkomitmen menyajikan informasi yang akurat dan transparan mengenai sumber yang kami gunakan.

Referensi

  1. Wikipedia — Golden Age of Arcade Video Games
  2. Wikipedia — Video Game Industry
  3. Reuters — Technology Section
  4. Kent, S. L. (2001). The Ultimate History of Video Games. Three Rivers Press.

Baca Juga